Kamis, 23-09-2021
  • Taqwa, Mandiri, Ceria, Inovatif, Berakhlak Mulia dan Peduli Lingkungan

Ibadah di Masa Covid-19

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

a

Oleh: Dra. Hj. Istiqomah, M.Pd.I, guru PAI MTsN 4 Sleman

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai mati mendatangimu,”(Al-Hijr:99).”Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat:56)

Allah menciptakan kita bukan untuk sia-sia, tetapi karena tujuan mulia yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Kita menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangannya-Nya adalah ibadah.

Kita berbuat kebaikan kepada sesama muslim bahkan sesama manusia atau kepada binatang sekalipun karena Allah adalah ibadah. Jadi Ibadah itu artinya luas bukan hanya ibadah mahdhoh (murni) saja seperti shalat, puasa, zakat dan haji,

           Nabi SAW menjelaskan bahwa cabang-cabang keimanan itu lebih dari enam puluh atau lebih dari tujuh puluh cabang. Paling utama adalah Laailaaha illallah dan paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalanan. Tapi ibadah itu tidak berarti positif dunia maupun akhirat sampai memenuhi tiga kriteria yaitu ikhlas karena Allah, sesuai petunjuk Rasullallah SAW dan dilakukan dengan khusuk.

Kriteria pertama, ibadah itu harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Dimasa terjadi merebaknya virus covid 19 yang telah memakan banyak kurban tahun ini di seluruhduniamengalami keresahan, kecemasan bahkan ketakutan. Menurut para ahli untuk memutus perkembangan covid 19 maka pemerintah  menganjurkan kepada masing-masing wilayah untuk menutup sementara sarana-sarana publik seperti mall, Bandara, Terminal, setasiun, masjid, gereja, acara-acara berkumpulnya warga, perkantoran maupun tempat-tempat pendidikan dilakukan dengan telekomunikasi secara online  dari rumah.

          Sebagai orang yang beriman kita harus ikhlas mentaati apa saja yang telah ditetapkan  oleh pemerintah. Ibadah tetap kita laksanakan dirumah bersama seluruh anggota keluarga. Kita harus bisa mengambil hikmah dari adanya musibah ini diantaranya kita bisa selalu kumpul bersama keluarga, bercanda-ria bersama, makan bersama dan ibadah bersama.

Walaupun kondisi seperti ini sangat tidak kami harapkan, tapi ini semua sudah takdir dari Allah untuk menguji hambanya. Setiap ada ujian, jika kita tabah dan mampu menjalani pastilah Allah akan meningkatkan derajat kita lebih tinggi lagi.

          Kriteria kedua, ibadah itu harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Di masa polemik pandemi wabah covid 19 yang sangat meresahkan ini Rasullah SAW mengajarkan kepada kita agar menjauhinya. Olek karena itu tidak ada alasan untuk takut meninggalkan masjid untuk sementara waktu.

Islam itu fleksibel, indah dan enak dikerjaan. Rasulullah pernah juga melakukan shalat lima waktu dirumah, apalagi shalat-shalat sunnah. Seluruh muka bumi ini adalah tempat ibadah termasuk rumah, jika itu yang terbaik. Kita harus yakin bahwa mengkuti sunnah-sunnah rasul adalah Sunatullah.

Kriteria ketiga, ibadah itu dilakukan dengan khusuk. Walau dalam kondisi seperti apapun kita sebagai umat Islam harus melaksanakan perintah-perintah Allah baik itu ibadah mahdhah maupun ibadah sosial dengan sungguh-sungguh.

Adapun ibadah terutama shalat yang paling baik dikerjakan di masjid karena masjid adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah. Tetapi dalam kondisi merebaknya virus corona ini kita dianjurkan oleh ahli kesehatan untuk shalat di rumah masing-masing dalam rangka memutus rantai penyebaran virus covid 19.

Satu syarat saja tidak diterima Allah, sampai betul memenuhi ketiga persyaratan itu (lihat surat Al-Kahfi:110 dan Al-Mulk:2). Oleh karena itu walaupun dalam kondisi merebaknya Covid 19 ini mari kita tetap melaksanakan perintah Allah, beribadah dengan ikhlas karena Allah, sesuai tuntunan Rasullallah SAW secara khusuk.

Kita ikuti panduan para ahli kesehatan (protokol kesehatan) berupa sosial-distancing (menghindari kerumunan) dan physical-distancing yaitu menjaga jarak fisik sekurang-kurangnya satu meter, memakai masker dan selalu mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan handsanitazer.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Post Terkait

Quantum Ikhlash

Minggu, 31 Mei 2020

Madrasah yang Menyenangkan

Minggu, 31 Mei 2020

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Minggu, 31 Mei 2020

Gerakan Literasi di Madrasah

Minggu, 31 Mei 2020

Menggali Potensi untuk Beprestasi

Minggu, 31 Mei 2020

Peran Sekolah Adiwiyata

Minggu, 31 Mei 2020

Memelihara Shalat

Minggu, 31 Mei 2020