Kamis, 23-09-2021
  • Taqwa, Mandiri, Ceria, Inovatif, Berakhlak Mulia dan Peduli Lingkungan

Memaknai Idul Fitri di Tengah Pandemik

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Mukhtar

Drs. Mukhtar, guru IPS MTsN 4 Sleman

Pada tahun ini umat Islam sedang diuji oleh Allah dengan ujian yang berat. Sudah menjadi kebiasaan umat Islam, jika hari raya Idul Fitri tiba, umat Islam merayakan dengan kegembiraan berkumpul dengan keluarga, bersilaturahim dengan handai taulan, kerabat dsahabat dengan perasaan gembira. Namun tidak untuk kali ini. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang mengharuskan masyarakat dengan kesederhanaan dan keprihatinan.

Pada tahun ini umat Islam sedang diuji oleh Allah dengan ujian yang berat. Sudah menjadi kebiasaan umat Islam, jika hari raya Idul Fitri tiba, umat Islam merayakan dengan kegembiraan berkumpul dengan keluarga, bersilaturahim dengan handai taulan, kerabat sahabat dengan perasaan gembira. Namun tidak untuk kali ini. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang mengharuskan masyarakat dengan kesederhanaan dan keprihatinan.

Betapa kecil dan tidak berdayanya manusia dihadapan Allah ‘Azza wa jalla. Kita ini ibarat sebutir debu dipadang sahara. Apalagi yang sedang kita hadapi sekarang ini, yang menjadi sumber bencana, hanyalah makhluk kecil tak terlihat, tetapi menggemparkan dunia.

Kita umat Islam tentu memahami pandemik Covid -19 ini sebagai ujian dari Allah Subhanahu Wata’ala. Bagi orang yang merenungi sunnatullah, tentu cobaan ini sebagai salah satu ketetapan Allah. Sebagai mana Allah telah berfirman dalam QS. Al Baqarah : 155 yang artinya:  “Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar.”

Kiranya lengkap sudah cobaan yang ada sekarang ini yang berimplikasi di segala lini kehidupan . Pertama, ketakutan. Akibat virus ini, timbul kepanikan di banyak kota maupun negara, bahkan masyarakat yang dikampung juga mulai merasa ketakutan tertular virus ini.                                                   

Kedua, kelaparan. Pada saat ini terjadi PHK, masyarakat sangat terbatas aktivitas usahanya, bahkan ada beberapa wilayah yang mengharuskan mereka tinggal di rumah.

Ketiga, kekurangan harta. Ketika usahanya berhenti maka penghasilan juga berkurang.  Keempat, jiwa. Sudah ribuan jiwa melayang karena virus ini. Kelima, buah-buahan kareana aktifitas masyarakat terbatas maka hasil buah-buahan berkurang harganya.

Oleh karena itu, dalam momentum Idul Fitri 1441 H ini, marilah kita gunakan sama-sama untuk bertafakkur dan mengambil hikmah dari pandemik yang sedang kita hadapi.

Kita seharusnya tidak menganggap remeh pandemik. Meremehkan wabah sama saja menunggu bom waktu, yang tentunya harus kita hindari bersama.

Kita harus berbuat baik sesama manusia. Kita harus mengambil langkah strategis terkait  pencegahan penularan virus covid-19 dengan rutin mencuci tangan, mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker apabila keluar rumah.

Kita juga memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan kebaikan sesama manusia, tentang gagasan pencegahan penularan virus covid-19 pada orang-orang di sekitar kita. Dengan perasaan yang penuh harap dan optimis, merupakan bekal bagi diri kita dalam menghadapi berbagai kesulitan, dengan semangat juang yang diridhoi Allah subhanahu wata’ala. Hanya kepada-Nya kita berserah diri menanggulangi berbagai persoalan yang kita hadapi. Semoga pandemik Covid-19 ini segera berlalu, dan kita segera menyambut kemenangan di manapun berada.  

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Post Terkait

Quantum Ikhlash

Minggu, 31 Mei 2020

Madrasah yang Menyenangkan

Minggu, 31 Mei 2020

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Minggu, 31 Mei 2020

Gerakan Literasi di Madrasah

Minggu, 31 Mei 2020

Menggali Potensi untuk Beprestasi

Minggu, 31 Mei 2020

Peran Sekolah Adiwiyata

Minggu, 31 Mei 2020

Memelihara Shalat

Minggu, 31 Mei 2020